Suara rekaman burung yang digunakan untuk memaster burung peliharaan mempunyai frekuensi suara yang berbeda dari suara burung aslinya, selain itu kemungkinan adanya noise dan suara-suara lain yang terdapat dalam suara tersebut bisa menjadi masalah bagi burung yang mendengarkannya.
Suara noise misalnya, umumnya burung akan merasa sangat terganggu ketika mendengar suara rekaman / suara masteran dengan tingkat noise yang cukup tinggi. Suara noise ini berupa suara mendesis yang muncul dari awal hingga akhir pemutaran. Nah kalau mendengar suara noisenya saja burung sudah merasa tidak nyaman, bagaimana burung bisa fokus dengan suara masterannya?
Frekuensi suara yang berbeda pun bisa menjadi masalah dalam pemasterannya, alhasil ketika burung terus menerus dimaster dengan suara masteran yang mempunyai frekuensi yang berbeda dari suara asli hasilnya burung tersebut akan mempunyai suara isian dengan gaya lagu yang buruk dibanding pemasteran dengan menggunakan burung masteran.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, ada baiknya sebelum memutarkan suara masteran tersebut pada burung anda terlebih dahulu melakukan sedikit perubahan pada file audio tersebut dengan menggunakan software audio editing seperti Cool Edit, Audacity, Wavepad, dan sebagainya.
Lakukan perubahan dengan menghilangkan noise dan menormalisasi suara masteran agar bisa nyaman didengar oleh burung.
Selain itu, siapkan pula beberapa perangkat khusus untuk pemasteran misalnya speaker yang memiliki impedansi 4 – 8 ohm, pemutar mp3 baik menggunakan HP atau audio player, dan yang terpenting adalah jika perangkat audio anda mempunyai Graphic Equalizer, maka atur setingannya menjadi Flat.
Pastikan usia burung masih muda
Semakin muda usia burung maka akan semakin cerdas sehingga mudah untuk merekam suara masteran yang Anda berikan dengan baik, entah melalui masteran elektronik maupun burung Asli. Di sini, untuk dimaster, kebanyakan pencetak andal memilih burung yang masih piyik, karena masa ini adalah masa yang paling cerdas. Tujuan memilih burung yang masih bayi ini adalah di samping untuk mendapatkan isian yang bagus alias masuk semua kelak, juga bertujuan agar terhindar dari isian-isian yang kurang bagus seperti suara mati. Sebab tidak bisa dipungkiri burung yang sudah trotol isiannya sudah terkontaminasi oleh isian mati yang didapat di luar sana. Karenanya, jika Anda hendak memaster burung, pilihlah burung yang masih muda banget dan kalau perlu cari yang masih belum bisa makan sendiri.
Pastikan burung ditempatkan di ruangan khusus
Memaster burung memang membutuhkan ruangan khsus. Tujuannya di samping supaya burung merasa tenang sehingga masteran yang Anda berikan cepat masuk, juga agar burung tidak merasa terganggu sehingga proses pemasteran berjalan sempurna. Karenanya, siapkanlah ruangan khusus untuk burung-burung yang akan Anda master.
Pastikan Anda memilih piyikan yang berkualitas
Kecerdasan dan kejelian Anda dalam memilih piyikan juga sangat menentukan berhasil dan tidaknya masteran yang Anda lakukan. Karenanya, pilihlah piyikan-piyikan yang memang berkualitas tinggi supaya persentase keberhasilannya di kemudian lebih banyak.
Pastikan burung dikerodong
Dalam memaster burung, burung yang dimaster sebisa mungkin harus dalam kondisi dikerodong. Tujuannya supaya burung yang dimaster tersebut bisa lebih tenang sehingga akan lebih mudah dalam merekam suara masteran. Namun jika Anda menggunakan burung asli, burung yang dimaster juga harus dikerodong namun tidak mutlak.
Pastikan lingkungan burung kondusif
Di samping ruangan, memaster burung juga membutuhkan lingkungan yang kondusif agar burung merasa nyaman. Ini juga memungkinkan burung bisa lebih mudah dalam menirukan suara masteran. Selain itu, dengan lingkungan yang kondusif, memungkinkan burung tidak mendengar suara-suara mati dari luar. Karenanya, jauhkan burung-burung yang dianggap tidak penting dari lingkungan tersebut. Misalnya suara burung-burung yang jika suaranya masuk ke burung yang dimaster menjadi jelek, seperti trotokan, kutilang, prenjak jantan, dan lain sebagainya.
Jauhkan burung sejenis
Untuk mendapatkan isian yang original di kemudian hari, pastikan burung-burung sejenis dan dewasa harus dijauhkan dari lingkungan burung yang sedang dimaster. Ini bertujuan agar burung yang dimaster tidak mendengar bunyi burung sejenis tersebut. Sebab, jika sampai mendengar, isian masteran yang Anda perdengarkan tidak akan bisa berhasil masuk dengan baik. Bahkan dalam beberapa kasus, isian yang masuk hanya sedikit. Selebihnya, burung tersebut akan banyak menirukan suara burung yang lebih tua. Namun demikian, jika Anda memang hendak memakai burung sejenis yang tua tersebut sebagai burung masteran, Anda boleh mengabaikan poin ini.
Jika Anda memakai masteran burung asli
Jika Anda memakai burung asli sebagai masteran, pastikan Anda paham cara melakukan teknik pemasteran ini. Pemasteran dengan menggunakan burung asli, penempatannya tidak boleh terlalu dekat dengan burung yang dimaster, apalagi jika burung master tersebut mempunyai suara keras seperti Cililin atau Cucak Jenggot. Kenapa? Burung master yang terlalu dekat kecil kemungkinannya untuk masuk karena burung yang dimaster biasnya akan mudah mengalami stres akibat takut terhadap suara burung master Namun untuk burung-burung masteran kecil dan tidak mempunyai suara yang terlalu keras seperti Kenari, Parkit, Prenjak Betina, dan lain sebagainya, tidak jadi soal jika penempatannya berdekatan dengan burung yang dimaster. Suara-suara burung tersebut tidak akan membuat mental burung yang dimaster menjadi drop.
Adapun tekniknya, Anda tidak bisa menempelkan burung-burung master secara bersamaan pada burung yang dimaster. Setidaknya, burung master diperdengarkan secara bergantian satu-satu namun burung master lama tetap diperdengarkan dengan jelas. Ini bertujuan supaya burung yang dimaster bisa merekam burung master dengan baik dan bahkan sempurna. Jika Anda langsung memperdengarkan atau menempelkan sejumlah burung master sekaligus, ini akan membuat burung yang dimaster menjadi kebingungan, akibatnya suara yang direkam bisa tidak maksimal.
Jika Anda memakai masteran elektronik
Hampir sama dengan teknik pemasteran menggunakan burung asli di atas, masteran menggunakan elektronik juga tidak boleh berdekatan antara burung yang dimaster dengan sumber suara atau elektronik. Selain itu, suara masteran yang diputar pun harus pelan. Karenanya, jangan keras-keras asalkan burung yang dimaster bisa mendengar dengan jelas. Ini bertujuan untuk menghindari supaya burung yang dimaster tidak mengalami stres dan merasa nyaman sehingga suara masteran bisa ditangkap dan ditiru dengan lebih mudah
Suara noise misalnya, umumnya burung akan merasa sangat terganggu ketika mendengar suara rekaman / suara masteran dengan tingkat noise yang cukup tinggi. Suara noise ini berupa suara mendesis yang muncul dari awal hingga akhir pemutaran. Nah kalau mendengar suara noisenya saja burung sudah merasa tidak nyaman, bagaimana burung bisa fokus dengan suara masterannya?
Frekuensi suara yang berbeda pun bisa menjadi masalah dalam pemasterannya, alhasil ketika burung terus menerus dimaster dengan suara masteran yang mempunyai frekuensi yang berbeda dari suara asli hasilnya burung tersebut akan mempunyai suara isian dengan gaya lagu yang buruk dibanding pemasteran dengan menggunakan burung masteran.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, ada baiknya sebelum memutarkan suara masteran tersebut pada burung anda terlebih dahulu melakukan sedikit perubahan pada file audio tersebut dengan menggunakan software audio editing seperti Cool Edit, Audacity, Wavepad, dan sebagainya.
Lakukan perubahan dengan menghilangkan noise dan menormalisasi suara masteran agar bisa nyaman didengar oleh burung.
Selain itu, siapkan pula beberapa perangkat khusus untuk pemasteran misalnya speaker yang memiliki impedansi 4 – 8 ohm, pemutar mp3 baik menggunakan HP atau audio player, dan yang terpenting adalah jika perangkat audio anda mempunyai Graphic Equalizer, maka atur setingannya menjadi Flat.
Pastikan usia burung masih muda
Semakin muda usia burung maka akan semakin cerdas sehingga mudah untuk merekam suara masteran yang Anda berikan dengan baik, entah melalui masteran elektronik maupun burung Asli. Di sini, untuk dimaster, kebanyakan pencetak andal memilih burung yang masih piyik, karena masa ini adalah masa yang paling cerdas. Tujuan memilih burung yang masih bayi ini adalah di samping untuk mendapatkan isian yang bagus alias masuk semua kelak, juga bertujuan agar terhindar dari isian-isian yang kurang bagus seperti suara mati. Sebab tidak bisa dipungkiri burung yang sudah trotol isiannya sudah terkontaminasi oleh isian mati yang didapat di luar sana. Karenanya, jika Anda hendak memaster burung, pilihlah burung yang masih muda banget dan kalau perlu cari yang masih belum bisa makan sendiri.
Pastikan burung ditempatkan di ruangan khusus
Memaster burung memang membutuhkan ruangan khsus. Tujuannya di samping supaya burung merasa tenang sehingga masteran yang Anda berikan cepat masuk, juga agar burung tidak merasa terganggu sehingga proses pemasteran berjalan sempurna. Karenanya, siapkanlah ruangan khusus untuk burung-burung yang akan Anda master.
Pastikan Anda memilih piyikan yang berkualitas
Kecerdasan dan kejelian Anda dalam memilih piyikan juga sangat menentukan berhasil dan tidaknya masteran yang Anda lakukan. Karenanya, pilihlah piyikan-piyikan yang memang berkualitas tinggi supaya persentase keberhasilannya di kemudian lebih banyak.
Pastikan burung dikerodong
Dalam memaster burung, burung yang dimaster sebisa mungkin harus dalam kondisi dikerodong. Tujuannya supaya burung yang dimaster tersebut bisa lebih tenang sehingga akan lebih mudah dalam merekam suara masteran. Namun jika Anda menggunakan burung asli, burung yang dimaster juga harus dikerodong namun tidak mutlak.
Pastikan lingkungan burung kondusif
Di samping ruangan, memaster burung juga membutuhkan lingkungan yang kondusif agar burung merasa nyaman. Ini juga memungkinkan burung bisa lebih mudah dalam menirukan suara masteran. Selain itu, dengan lingkungan yang kondusif, memungkinkan burung tidak mendengar suara-suara mati dari luar. Karenanya, jauhkan burung-burung yang dianggap tidak penting dari lingkungan tersebut. Misalnya suara burung-burung yang jika suaranya masuk ke burung yang dimaster menjadi jelek, seperti trotokan, kutilang, prenjak jantan, dan lain sebagainya.
Jauhkan burung sejenis
Untuk mendapatkan isian yang original di kemudian hari, pastikan burung-burung sejenis dan dewasa harus dijauhkan dari lingkungan burung yang sedang dimaster. Ini bertujuan agar burung yang dimaster tidak mendengar bunyi burung sejenis tersebut. Sebab, jika sampai mendengar, isian masteran yang Anda perdengarkan tidak akan bisa berhasil masuk dengan baik. Bahkan dalam beberapa kasus, isian yang masuk hanya sedikit. Selebihnya, burung tersebut akan banyak menirukan suara burung yang lebih tua. Namun demikian, jika Anda memang hendak memakai burung sejenis yang tua tersebut sebagai burung masteran, Anda boleh mengabaikan poin ini.
Jika Anda memakai masteran burung asli
Jika Anda memakai burung asli sebagai masteran, pastikan Anda paham cara melakukan teknik pemasteran ini. Pemasteran dengan menggunakan burung asli, penempatannya tidak boleh terlalu dekat dengan burung yang dimaster, apalagi jika burung master tersebut mempunyai suara keras seperti Cililin atau Cucak Jenggot. Kenapa? Burung master yang terlalu dekat kecil kemungkinannya untuk masuk karena burung yang dimaster biasnya akan mudah mengalami stres akibat takut terhadap suara burung master Namun untuk burung-burung masteran kecil dan tidak mempunyai suara yang terlalu keras seperti Kenari, Parkit, Prenjak Betina, dan lain sebagainya, tidak jadi soal jika penempatannya berdekatan dengan burung yang dimaster. Suara-suara burung tersebut tidak akan membuat mental burung yang dimaster menjadi drop.
Adapun tekniknya, Anda tidak bisa menempelkan burung-burung master secara bersamaan pada burung yang dimaster. Setidaknya, burung master diperdengarkan secara bergantian satu-satu namun burung master lama tetap diperdengarkan dengan jelas. Ini bertujuan supaya burung yang dimaster bisa merekam burung master dengan baik dan bahkan sempurna. Jika Anda langsung memperdengarkan atau menempelkan sejumlah burung master sekaligus, ini akan membuat burung yang dimaster menjadi kebingungan, akibatnya suara yang direkam bisa tidak maksimal.
Jika Anda memakai masteran elektronik
Hampir sama dengan teknik pemasteran menggunakan burung asli di atas, masteran menggunakan elektronik juga tidak boleh berdekatan antara burung yang dimaster dengan sumber suara atau elektronik. Selain itu, suara masteran yang diputar pun harus pelan. Karenanya, jangan keras-keras asalkan burung yang dimaster bisa mendengar dengan jelas. Ini bertujuan untuk menghindari supaya burung yang dimaster tidak mengalami stres dan merasa nyaman sehingga suara masteran bisa ditangkap dan ditiru dengan lebih mudah
0 Response to "Trik dan Tip memaster suara burung dengan audio "
Post a Comment